FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Meta kembali meramaikan persaingan kecerdasan buatan global. Perusahaan teknologi raksasa itu resmi meluncurkan model AI terbarunya bernama Muse Spark.
Model ini menjadi sorotan karena diklaim lebih cerdas. Bahkan disebut sebagai langkah besar Meta mengejar ketertinggalan dari kompetitor.
Muse Spark merupakan model pertama dari keluarga Muse. Model ini dikembangkan oleh divisi baru Meta Superintelligence Labs.
Divisi tersebut dibentuk khusus untuk pengembangan AI canggih. Dipimpin oleh Alexandr Wang yang direkrut dari Scale AI.
Peluncuran Muse Spark menjadi bagian dari strategi besar Meta. Perusahaan ingin membangun asisten AI yang lebih personal.
Meta menyebut model ini sebagai yang paling kuat sejauh ini. Muse Spark kini menjadi otak dari layanan Meta AI.
Model ini sudah tersedia melalui aplikasi dan situs Meta AI. Dalam waktu dekat akan diperluas ke WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Salah satu keunggulan utama Muse Spark adalah kemampuan multimodal. AI ini bisa memahami teks, gambar, hingga suara sekaligus.
Kemampuan ini membuat interaksi lebih alami. Pengguna tidak hanya mengetik, tetapi juga bisa mengunggah gambar untuk dianalisis.
Meta juga membekali Muse Spark dengan kemampuan penalaran. Model ini mampu menjawab pertanyaan kompleks di bidang sains dan kesehatan.
Selain itu, Muse Spark dapat menjalankan beberapa agen AI sekaligus. Fitur ini membuatnya lebih cepat dan kontekstual dalam merespons.
Konsep ini dikenal sebagai multi-agent system. Setiap agen bekerja untuk menyelesaikan bagian tugas tertentu.
Meta menyebut teknologi ini sebagai lompatan baru. AI tidak hanya menjawab, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan.


















































