Masyarakat Terlanjur Panic Buying Gara-gara Pernyataan Bahlil, Ph Simatupang: Sekali Bersabda Langsung Chaos

3 hours ago 6
Warga memadati SPBU Pertamina membeli BBM pakai jeriken. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait stok BBM sisa 20 hari menyebabkan panic buying di sejumlah daerah. Antrean menumpuk, bahkan stok kosong di beberapa SPBU.

Pernyataan Bahlil itu menuai sorotan. Salah satunya dari Pegiat Media Sosial Ph Simatupang.

“Bahlil sekali bersabda, langsung chaos.
Dia cuma bilang stok BBM nasional cukup untuk 20 hari ke depan malah ditanggapi secara gamblang oleh rakyat bahwa di hari ke 21 tidak akan ada lagi minyak yang tersedia,” tulis Simatupang dikutip dari akun X pribadinya, Sabtu (7/3/2026).

Dia menyebut, di berbagai daerah antrean mengular di SPBU.

“Antrean BBM sekarang mengular di mana-mana. Panic buying!” ujarnya.

Menurutnya, pihak terkait mestinya lebih berhati-hati. Jika mengeluarkan pernyataan yang menyangkut publik.

“Di negara yang mayoritas rakyatnya tidak lebih pintar dari simpanse, mengeluarkan statement apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu tidak boleh asal-asalan,” terangnya.

Klarifikasi Bahlil

Bahlil sebelumnya menyebut stok BBM sisa 20 hari. Dampak dari perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat.

Belakangan dia baru meluruskan pernyataannya. Dia mengatakan, angka tersebut bukan menandakan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan atau storage BBM yang dimiliki Indonesia saat ini.

Menurut Bahlil, kemampuan penyimpanan BBM nasional selama ini memang berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," katanya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |