
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Memasuki usia 30 tahun ke atas, metabolisme tubuh mulai melambat. Demikian, perlu untuk perbaikan pola makan dan gaya hidup agar tidak menjadi incaran penyakit kronis.
Berikut beberapa hal yang berbahaya untuk kesehatan tubuh, jika terus dibiasakan:
- Gluten
Gluten adalah biang masalah dalam banyak penyakit. Penelitian membuktikan gluten bisa picu autoimun, gangguan saluran cerna dan berbagai inflamasi di tubuh.
Namun, untuk tetap mencukupi zat tepung yang dibutuhkan tubuh, yakni mengganti ke makanan asli (real food).
Seperti jagung, ubi jalar, kentang, beras, sukun dan talas.
- Minuman Kemasan
Minuman kemasan yang menjadi pilihan untuk menyegarkan tenggorokan, lambat laun akan merusak ginjal, selain itu gula rafinasi juga dapat membuat tubuh jadi kecanduan sehingga menjadi pintu masuk diabetes.
Baiknya diganti dengan yang lebih alami, seperti gula kelapa, gula aren, madu murni tanpa campuran, serta perbanyak buah dan sayuran.
- Penyedap Kemasan (MSG)
Penyedap makanan dalam bentuk kemasan atau MSG tinggi bahan adiktif, terutama buat kamu yang punya masalah Gerd, banyak lendir di tenggorokan, batuk menahun, sering sakit kepala atau migrain.
Solusinya, biasakan masak tanpa penyedap kemasan untuk hilangkan keluhan tersebut pakai rempah-rempah asli.
Diganti menjadi rempah asli seperti kemiri, jahe, kunyit, lada, sereh daun salam, ketumbar, dan lainnya.
- Minyak Goreng Sawit
Minyak goreng merupakan sarang lemak trans, apalagi ketika dikombinasikan dengan tepung kandungan gluten ditambah penyedap kemasan.
Tanpa disadari hal ini bisa merongrong kesehatan tubuh dari dalam, apalagi ketika menggunakan minyak berulang kali.
Dengan demikian, baiknya diganti ke yang lebih sehat seperti minyak kelapa dan olive oil. kemudian, fokus pada metode masak yang minim minyak, rebusan kukus, tumis, dan panggang.
- Mengandung Pengawet
Hampir semua makanan kemasan mengandung pengawet yang sengaja dibuat industri makanan agar tetap awet dan tahan lama.
Pengawet dapat merusak mikrobioma usus, karena dikonsumsi berulang, bahkan setiap hari dapat membunuh bakteri baik di usus.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: