Korupsi Pertamina Rugikan Negara Ratusan Triliun, Presiden Prabowo Didesak Berlakukan Hukuman Mati

1 month ago 21
Gedung Pertamina. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Korupsi yang menyeret Direktur Utama Pertamina ditaksir merugikan negara Rp193,7 triliun. Muncul desakan hukuman mati.

Itu diungkapkan Aktivis Nicho Silalahi. Ia menyentil Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya sudah saatnya hukuman mati terhadap koruptor.

“Oh ya pak @prabowo, sudah saatnya berlakukan hukuman mati pada koruptor,” kata Nicho dikutip dari unggahannya di X, Rabu (26/2/2024).

Tidak hahya itu, ia juga mendesak dilakukannya penyitaan harta. Itu semua, menurutnya untuk kemakmuran rakyat.

“Negara harus menyita seluruh hartanya demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Ia menceritakan, seringkali Pertalite kosong di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akhirnya konsumen mengisi Pertamax.

“Datang ke SPBU sering kali Pertalite Kosong dengan berbagai alasan, akhirnya rakyat terpaksa ngisi pertamax,” tuturnya.

Namun setelah isi Pertamax, ternyata kandungannya setara Pertalite. Padahal harganya harga Pertamax yang lebih mahal dari Pertalite.

“Sialnya beli Pertamax namun yang diisi ke tangki bahan bakar justru oplosan Pertalite, kirain selama ini bangsatnya cuma ada di SPBU tapi ternyata Anjingnya dari @pertamina,” ucapnya.

Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina pada Senin malam (24/2). Salah seorang tersangka adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.

Mereka memastikan telah memiliki alat bukti yang cukup sehingga menetapkan tujuh orang itu sebagai tersangka. Hal itu disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung Abdul Qohar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |