
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Konser Band Sukatani di Slawi, Jawa Tengah, berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Satu peleton polisi dikerahkan untuk menjaga jalannya pertunjukan, sebuah pemandangan yang jarang terlihat dalam konser musik di Indonesia.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keputusan band tersebut tidak membawakan lagu "Bayar Bayar Bayar", yang selama ini dikenal sebagai salah satu lagu kritis.
Pegiat media sosial Tommy Shelby turut mengomentari momen ini melalui unggahannya.
"Keren! Konser Sukatani di Slawi dijaga 1 Pleton Polisi, Tak bawakan Lagu Bayar Bayar Bayar," ujar Tommy di X @TOM5helhy (26/2/2025).
Dikatakan Tommy, meskipun di Indonesia terdapat banyak musisi ternama, namun yang mendapatkan pengamanan ketat hanya sedikit. Salah satunya, Sukatani.
"Gak banyak band Indonesia yang manggung bisa dapet penjagaan ketat kayak gini, Sukatani adalah salah satunya," tukasnya.
Tommy bilang, banyaknya aparat Kepolisian yang melakukan penjagaan ketat pada konser tersebut sebagai bukti bahwa mereka takut terhadap ekspresi masyarakat.
"Setidaknya mereka mulai menunjukkan rasa takut terhadap ekspresi masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, Band Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi perbincangan publik setelah lagu mereka berjudul 'Bayar Bayar Bayar' viral di media sosial.
Lagu yang menyoroti berbagai praktik pembayaran kepada aparat kepolisian ini menuai kontroversi hingga akhirnya ditarik dari berbagai platform digital.
Lagu tersebut menjadi sorotan karena liriknya yang mengulang frasa "bayar polisi", yang dianggap sebagai kritik terhadap oknum kepolisian.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: