Kepala BGN “Luruskan” Isu Liar: Anggaran Alat Makan Rp4 Triliun Tidak Benar, Ini Data Riilnya!

3 hours ago 7
Kepala BGN, Dadan Dadan Hindayana

FAJAR.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memutus rantai simpang siur informasi terkait anggaran operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi menohok untuk meluruskan angka-angka fantastis yang sempat memicu kegaduhan di ruang publik.

Dadan menegaskan bahwa tudingan mengenai nilai alat makan yang mencapai triliunan rupiah hingga pengadaan puluhan ribu unit laptop adalah informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan data riil di lapangan.

Bantah Data "Siluman": Laptop Hanya 5.000 Unit

Dalam penjelasannya, Dadan merinci bahwa pengadaan barang operasional dilakukan dengan prinsip efisiensi ketat. Jika sebelumnya beredar kabar pengadaan laptop mencapai 32.000 unit, fakta di lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih kecil.

"Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Sepanjang 2025, BGN hanya melakukan pengadaan laptop sebanyak 5.000 unit, bukan 32.000 unit. Angka yang beredar itu sama sekali tidak benar," tegas Dadan di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Alat Makan: Dari Pagu Rp215 Miliar, Bukan Rp4 Triliun

Isu mengenai anggaran alat makan senilai Rp4 triliun juga dipatahkan dengan data anggaran resmi. Dadan menjelaskan bahwa pengadaan alat makan hanya diperuntukkan bagi 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang pembangunannya dibiayai oleh APBN.

Realisasi anggarannya pun menunjukkan efisiensi yang signifikan:

  • Alat Makan: Dari pagu anggaran Rp215 miliar, realisasinya hanya menyerap sekitar Rp68,94 miliar.
  • Alat Dapur: Dari pagu anggaran Rp252,42 miliar, terserap secara efektif sebesar Rp245,81 miliar.

"Angka triliunan itu salah kaprah. Kami bekerja berdasarkan kebutuhan riil 315 SPPG dan tetap menjaga akuntabilitas setiap rupiah yang digunakan," tambahnya.

Klarifikasi Soal Kaos Kaki Viral

Dadan juga meluruskan isu mengenai pengadaan kaos kaki yang sempat menjadi sorotan netizen. Ia menegaskan bahwa BGN tidak melakukan pengadaan barang tersebut secara langsung.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |