Terduga pelaku begal paha saat dievakuasi usai nyemplung parit. (foto:Polres Jembrana)
FAJAR.CO.ID - Pepatah "sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga" menjadi gambaran nyata bagi nasib sial pria berinisial D (22). Pemuda asal Jembrana ini harus mengakhiri aksi bejatnya di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal tragis di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Minggu (12/4/2026) malam.
Ironisnya, kecelakaan tersebut terjadi sesaat setelah pelaku diduga melakukan aksi pelecehan seksual atau begal paha terhadap seorang wanita berinisial MJ yang tengah dalam perjalanan pulang usai berolahraga.
Kronologi Kejadian: Panik Usai Beraksi
Peristiwa bermula saat kondisi jalanan mulai sepi. D diduga telah mengintai korban sebelum akhirnya nekat melancarkan aksi pelecehan seksual di tengah jalan. Takut akan amukan massa atau pengejaran korban, pelaku langsung memacu sepeda motor putihnya dengan kecepatan tinggi untuk melarikan diri.
Namun, diduga karena rasa panik yang hebat dan kurangnya penguasaan medan, pelarian D berakhir prematur. Motor yang dikendarainya hilang kendali dan terjun bebas ke saluran irigasi sawah milik warga setempat.
Temuan Mencurigakan: Pelat Nomor Disembunyikan dalam Jok
Proses evakuasi yang dilakukan warga sekitar mengungkap fakta yang mengejutkan. Saat memeriksa kendaraan pelaku, warga menemukan pelat nomor sepeda motor tersebut sengaja dilepas dan disembunyikan di dalam bagasi jok.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pria berusia 22 tahun tersebut merupakan pemain lama yang kerap melancarkan aksi serupa di wilayah Jembrana dengan modus menyembunyikan identitas kendaraan.


















































