Karyawan SPPG Unggah Status Sebut Rakyat Jelata Kurang Bersyukur, Berujung Klarifikasi dan Pemecatan

16 hours ago 3
Unggahan peristiwa dan klarifikasi yang kini viral.

FAJAR.CO.ID, PURBALINGGA -- Sebuah unggahan status dari seorang karyawan SPPG di Kabupaten Purbalingga yang menyebut "rakyat jelata" dalam sindiran menohok memicu kehebohan di jagad media sosial.

Unggahan tersebut memancing kecaman luas dari warganet yang menilai kata-kata itu tidak pantas dan menyinggung banyak pihak.

Unggahan Viral dan Reaksi Warganet

Tangkapan layar status tersebut yang diunggah melalui aplikasi WhatsApp dan kemudian dibagikan oleh akun Instagram @infopurbalingga.id memperlihatkan kalimat "Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur." Kalimat ini menjadi pusat kontroversi dan memicu respons negatif dari masyarakat.

Warganet ramai memberikan komentar dan kecaman atas perkataan yang dinilai tidak pantas tersebut. Situasi ini menimbulkan kegaduhan di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Purbalingga.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf dari Karyawan

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, karyawan SPPG tersebut kemudian memberikan klarifikasi melalui postingan di media sosial. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas unggahan yang telah menimbulkan kontroversi.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya dalam unggahan klarifikasi tersebut, dikutip Selasa (17/3/2026).

Ia mengakui bahwa apa yang ditulisnya tidak benar dan menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ada kaitannya dengan institusi tempatnya bekerja maupun pihak pengelola program MBG.

"Bahasa yang telah saya pakai sangatlah tidak pantas. Apabila kata-kata saya menyakiti saudara semua, dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan setulus hati, saya memohon maaf," jelasnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |