Jusuf Kalla Jadi Rujukan Solusi Nasional, Said Didu Singgung Turunnya Kepercayaan ke Pemerintah

4 hours ago 2
Jusuf Kalla dan Said Didu

FAJAR.CO.ID – Mantan Wakil Presiden RI dua periode, Jusuf Kalla (JK), di usia 83 tahun tetap menjadi figur sentral yang banyak didatangi berbagai kalangan untuk mencari jalan keluar atas persoalan bangsa.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa JK masih memiliki pengaruh kuat dalam percakapan publik dan diskursus kebijakan nasional, meski sudah tidak lagi berada di lingkar kekuasaan formal.

JK Terus Aktif Menerima Tokoh dan Membahas Masalah Negara

Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, mengungkapkan bahwa JK masih aktif menerima berbagai tokoh, diplomat, hingga ekonom untuk membahas persoalan nasional dan internasional. Dalam diskusi selama 1,5 jam pada 17 Februari 2026, Said Didu berdialog langsung dengan JK mengenai masalah berat negara, mulai dari ekonomi, fiskal, politik, hubungan luar negeri, perbaikan pemerintahan, hingga penegakan hukum.

Namun, Said Didu menegaskan bahwa solusi yang disampaikan JK tidak untuk konsumsi publik dan hanya boleh disampaikan langsung kepada Presiden atau orang kepercayaan Presiden.

"Jalan keluar tersebut bukan konsumsi publik dan hanya boleh disampaikan langsung ke Presiden atau orang kepercayaan Presiden," katanya.

Rangkaian Pertemuan Strategis dengan Tokoh Diplomatik dan Nasional

Dalam beberapa hari terakhir, JK menerima sejumlah pertemuan penting yang menunjukkan peran sentralnya dalam percaturan politik dan diplomasi. Pada 4 Maret 2026, JK menerima Duta Besar Iran di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Selanjutnya, pada 7 Maret 2026, ia menerima tokoh lintas agama dan lintas generasi. Pada 9 Maret 2026, JK berdiskusi dengan para ekonom mengenai situasi ekonomi Indonesia, dan pada 10 Maret 2026 menerima Duta Besar Arab Saudi yang meminta dukungan terhadap keutuhan negaranya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |