Veda Ega Pratama
FAJAR.CO.ID, AUSTIN – Gelaran MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas (COTA) diprediksi akan menjadi salah satu balapan paling kontroversial musim ini. Menjelang balapan utama yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3/2026) dini hari WIB, peta persaingan berubah drastis akibat rentetan sanksi penalti yang menjerat sejumlah pembalap papan atas, termasuk sang penguasa COTA, Marc Marquez.
Ketegangan ini menciptakan dinamika baru di starting grid, yang secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi beberapa pembalap pesaing untuk mencuri poin penuh di Texas.
Analisis terhadap jalannya sesi kualifikasi menunjukkan adanya ketidakteraturan di lintasan yang memicu intervensi Race Direction. Kekacauan bermula pada Sabtu (28/3) malam WIB, ketika Marc Marquez terhambat dalam putaran cepatnya oleh Marco Bezzecchi dan Luca Marini.
Berdasarkan peninjauan mendalam, kedua pembalap asal Italia tersebut dinyatakan bersalah karena melambat di jalur balap dan dijatuhi penalti penurunan dua posisi grid. Bezzecchi yang semula mengamankan posisi start kedua harus rela turun ke posisi keempat, sementara posisi tersebut kini ditempati oleh pembalap muda berbakat Pedro Acosta.
Namun, drama tidak berhenti di situ. Sesi Sprint Race justru menambah beban bagi Marc Marquez. Pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut dijatuhi hukuman long lap penalty untuk balapan utama mendatang.
Keputusan ini diambil setelah Marquez dinilai bersalah dalam insiden tabrakan yang menyebabkan Fabio Di Giannantonio keluar lintasan. Hukuman ini diprediksi akan sangat menghambat peluang Marquez untuk merajai COTA, mengingat efisiensi waktu sangat krusial di sirkuit teknis seperti Austin.


















































