Iran Tegaskan Penolakan Dialog dengan AS: Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan

3 hours ago 5

FAJAR.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara tegas menolak peluang berdialog dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan yang berlangsung saat ini.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Penolakan Dialog dan Pengalaman Negatif

Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak tertarik melakukan perundingan dengan Amerika Serikat karena pengalaman buruk sebelumnya.

"Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami," katanya dalam wawancara program "Face The Nation" di CBS, seperti dilansir AFP.

"Tidak ada pengalaman baik berbicara dengan Amerika," Araghchi.

Hal ini menunjukkan ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap niat baik AS dalam hubungan bilateral yang rumit ini.

Bantahan Terhadap Klaim Trump

Menanggapi pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan Iran ingin mengakhiri situasi panas dan mencari kesepakatan, Araghchi dengan tegas membantahnya. "Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi," bebernya.

Trump sebelumnya mengklaim Iran menginginkan kesepakatan, namun ia sendiri tidak siap menyetujui syarat yang diajukan. Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci tentang kesepakatan yang dimaksud.

Kekuatan dan Keteguhan Iran

Dalam pernyataannya, Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tetap stabil dan kuat dalam menghadapi tekanan. "Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami," jelasnya, menandakan sikap tegas Tehran dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya tanpa kompromi dengan AS.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |