Warga Aceh Tengah Serbu SPBU Bawa Jeriken (tangkapan layar video viral)
FAJAR.CO.ID - Aksi panic buying dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Aceh terjadi setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional tinggal 20 hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran di masyarakat, khususnya di Aceh Barat, hingga menyebabkan kemacetan parah di jalan raya sekitar SPBU.
Antrean Panjang dan Kemacetan di Aceh Barat
Di Aceh Barat, sejumlah SPBU bahkan kehabisan stok BBM. Sementara di SPBU lain, meski BBM masih tersedia, antrean kendaraan sangat panjang. Deni Setiawan, warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, menegaskan bahwa antrean ini mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan yang cukup serius.
"Kami berharap dari pihak terkait agar segera melakukan pembatasan pembelian BBM, baik itu jenis Pertalite maupun BBM non-subsidi agar kemacetan di jalan raya dan antrean BBM dapat segera berakhir," katanya kepada Jawa Pos, Jumat (6/3/2026).
Deni juga meminta kehadiran aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di setiap SPBU untuk memutus antrean panjang dan menindak pedagang eceran yang menjual BBM dengan harga di atas normal.
"Berikan tindakan edukasi yang tegas kepada mereka," bebernya.
Penyebab Kepanikan dan Klarifikasi Pemerintah
Menurut Deni, kepanikan masyarakat terjadi karena komunikasi pemerintah yang tidak tersampaikan dengan baik akibat gangguan jaringan media sosial. Hal ini menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan informasi yang akurat dan akhirnya berbondong-bondong membeli BBM secara berlebihan.
"Kepanikan ini terjadi karena ada komunikasi pemerintah yang tidak sampai ke masyarakat akibat terganggunya jaringan media sosial, sehingga kepanikan masyarakat nggak bisa dibendung," jelasnya.

















































