Herwin Sudikta Soal Pemerintahan Prabowo: Tidak Ada Penyeimbang, Semua yang Beda Dianggap Musuh

9 hours ago 6
Prabowo Subianto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, merespons jawaban Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait dinamika di lingkaran dalam kekuasaan.

Respons itu muncul usai pertemuan Presiden dengan sejumlah jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) kemarin.

Prabowo Tidak Menjawab Substansi Pertanyaan

Herwin menganggap respons Prabowo saat ditanya soal keberadaan “devil’s advocate” di lingkarannya justru tidak menjawab substansi pertanyaan.

“Ditanya siapa devil’s advocate di lingkarannya, Prabowo malah cerita soal 1000 lebih SPPG yang ditutup,” ujar Herwin dikutip fajar.co.id, Sabtu (21/3/2026).

Minim Penyeimbang

Dikatakan Herwin, kondisi tersebut mengindikasikan kurangnya figur penyeimbang di sekitar Presiden.

“Kayaknya di sekeliling Prabowo ini memang nggak ada yang berani jadi penyeimbang,” tukasnya.

Ia juga menegaskan, situasi itu membuat perbedaan pandangan kerap dianggap sebagai ancaman.

“Makanya pertanyaan sederhana pun dianggap serangan,” lanjutnya.

Budaya Lingkar Kekuasaan

Herwin menyebut, jika perbedaan dianggap sebagai musuh, maka yang terjadi hanyalah penguatan pandangan yang sama tanpa kritik.

“Kalau semua yang beda dianggap musuh, ya wajar kalau yang tersisa cuma gema suara sendiri,” tegasnya.

Minta Pembenahan dari Dalam

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pembenahan dari internal kekuasaan jika benar ingin memberantas praktik-praktik negatif.

“Kalau benar tidak rela negara ini dikuasai maling dan bandit, harusnya yang pertama dibersihkan itu bukan rakyat yang kritik,” ucapnya.

“Tapi orang-orang di sekeliling sendiri. Karena dari situlah semuanya biasanya mulai," kuncinya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |