FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polemik pernyataan Sekretaris Kabinet terkait fenomena “inflasi pengamat” terus bergulir dan memicu perdebatan publik. Kali ini, pegiat media sosial Herwin Sudikta angkat suara dan melontarkan kritik tajam yang langsung menyasar ke dalam pemerintahan.
Menurut Herwin, apa yang disorot pemerintah justru berbanding terbalik dengan kondisi di dalam kabinet itu sendiri.
Herwin menilai kritik terhadap para pengamat yang berbicara di luar bidangnya terdengar janggal. Ia menegaskan bahwa fenomena serupa, bahkan lebih mencolok, justru terjadi di lingkup kabinet.
“Fenomena inflasi pengamat katanya jadi masalah. Pengamat ngomong di luar bidang dikritik,” ujar Herwin, dikutip Senin (13/4/2026).
Namun ia mempertanyakan konsistensi pernyataan tersebut.
“Tapi anehnya, di kabinet sendiri banyak yang duduk di kursi yang gak nyambung sama latar belakangnya,” sambungnya.
Herwin bahkan menyindir bahwa persoalan tersebut bukan hanya ada di luar pemerintahan, melainkan lebih padat di dalam.
“Seskab Teddy kayak lupa, masalahnya bukan cuma di luar. Di dalam malah lebih padat,” tegasnya.
Sentil Sejumlah Posisi Pejabat
Dalam kritiknya, Herwin menyinggung sejumlah contoh pejabat yang dinilai tidak sesuai dengan bidang keahliannya.
Ia menyebut adanya figur dengan latar belakang akademik tertentu yang menempati posisi strategis yang berbeda jauh dari bidangnya. Selain itu, ia juga menyoroti posisi Sekretaris Kabinet yang berasal dari latar belakang militer.
Bagi Herwin, kondisi ini menunjukkan adanya inkonsistensi dalam cara pemerintah melihat kompetensi.


















































