Guru Besar Unair Sebut Kapal RI Tak Lolos Selat Hormuz Karena Ulah Prabowo: Nurut Berlebihan Kebijakan Trump

6 hours ago 4
Prof Henri Subiakto

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Prof Henri Subiakto menyebut tak lolosnya kapal tanker Indonesia di Selata Hormuz karena ulah Presiden Prabowo. Selama ini terlalu nurut dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Kedekatan Prabowo dan sikap nurut yang berlebihan pada kebijakan Trump hingga jejak politik Pemerintah Indonesia yang seolah searah dengan kebijakan imperialis Global yaitu AS,” kata Henri dikutip daru unggahannya di X, Senin (30/3/2026).

Sikap Prabowo, kata dia, dianggap Iran sebagai sikap yang tidak netral dan tidak bersahabat dengan para pejuang anti imperialis AS. Indonesia pun kini mendapat balasannya.

“Konsekuensinya saat terjadi perang di kawasan Teluk seperti sekarang ini, Indonesia dianggap bagian dari negara negara yang memusuhi Iran. Kapal kapal negara yang memusuhi Iran tidak boleh melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Dia membandingkannya dengan negara negara yang dianggap netral seperti Pakistan dan India. Walau mereka juga ikut BoP, tapi tidak terkesan begitu nurut pada AS.

“Mungkin Indonesia harus belajar dari India, yang kapalnya boleh lewat Selat Hormus, setelah membayar sejumlah uang Yuan kepada Iran,” ucapnya.

“Disadari atau tidak, Pemerintah Prabowo memang “terlalu dekat” dan terlalu percaya, bahkan menurut pada AS, khususnya Trump dan juga Israel,” sambung Henri.

Bahkan, kata dia, Prabowo juga tidak ikut mengecam agresi ilegal dan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran. Beserta keluarga hingga cucunya. Serta pengeboman pada sekolah anak-anak Iran di hari pertama serangan.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |