Gudang Bulog hingga Minimarket Dijarah Korban Banjir, Khudori: Jangan Sampai karena Taat Prosedur Justru Ada Nyawa Melayang

10 hours ago 6
Ilustrasi - tangkapan layar

FAJAR.CO.ID, MEDAN -- Masyarakat terdampak banjir terutama di Sibolga, Sumatera Utara tampaknya kehilangan kesabaran setelah dilanda bencana. Mereka terpaksa melakukan penjarahan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Aksi penjarahan itu viral di media sosial. Salah satu yang menjadi sasaran adalah gudang Bulog begitu juga minimarket. Meski dalam kondisi tertutup, warga yang diduga kelaparan membuka paksa toko dan melakukan penjarahan.

Dari video yang beredar di media sosial, warga terlihat berbondong-bondong ke gudang tersebut yang dilanjutkan dengan menggotong beras dan minyak goreng ke luar gudang.

Merespons hal itu, Pengamat Pertanian sekaligus Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Khudori menyampaikan penjarahan minimarket dan gudang BULOG diduga dipicu keterlambatan logistik bantuan akibat kondisi wilayah yang terisolasi.

Terlebih, bencana banjir dan longsor yang terjadi tidak hanya merenggut banyak korban jiwa dan luka, tapi juga merusak infrastruktur jalan. Ketika jalan putus atau rusak, distribusi logistik terganggu.

Namun di sisi lain, Khudori mengatakan bencana alam hingga berujung penjarahan ini menyadarkan otoritas yang berkuasa untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Seharusnya, Indonesia yang memang identik dengan "negeri bencana" sudah terlatih menangani situasi darurat dalam berbagai skala.

"Namun, pengandaian itu tidak selalu benar. Terbukti kali ini otoritas yang berkuasa tampak kewalahan menghadapi situasi lapangan," kata Khudori dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (30/11).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |