Gencatan Senjata 2 Pekan AS-Israel vs Iran, Partai Gelora: Hati-hati Ada Sabotase!

10 hours ago 8

Fajar.co.id — Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta semua pihak mewaspadai potensi sabotase di tengah peluang gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang mulai terbuka dalam dua pekan ke depan.

Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik menegaskan bahwa momentum jeda konflik tersebut harus dimanfaatkan sebagai pintu masuk menuju penghentian perang secara permanen, bukan justru digagalkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Perlu diwaspadai setiap upaya sabotase untuk menggagalkan celah gencatan senjata dan sabotase untuk menutup pintu negosiasi penghentian perang,” kata Mahfuz dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).

Gencatan Senjata Dipicu Pernyataan Trump dan Respons Iran

Peluang gencatan senjata muncul setelah Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan penundaan rencana serangan ke Iran selama dua pekan ke depan pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya siap menghentikan operasi militer defensif jika serangan terhadap Iran benar-benar dihentikan.

“Militer Iran akan menghentikan operasi defensifnya apabila serangan militer terhadap Iran dihentikan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Araghchi juga menyebutkan bahwa dalam periode dua pekan tersebut, Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka melalui koordinasi dengan militer Iran—langkah yang dinilai penting bagi stabilitas ekonomi global.

Dimotori Pakistan, Didukung Negara-Negara Muslim

Partai Gelora menilai perkembangan ini tidak lepas dari inisiatif mediasi yang dipelopori Pakistan bersama sejumlah negara Muslim lainnya.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |