Garuda Indonesia Rugi Rp5,42 Triliun di 2025, Dirut Sebut Banyak Pesawat Antre Masuk Bengkel

3 hours ago 3
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - PT Garuda Indonesia mencatat kerugian bersih mencapai US$ 319,39 juta atau sekitar Rp 5,42 triliun pada tahun 2025, akibat sejumlah faktor yang menghambat operasional maskapai nasional tersebut.

Kapasitas Produksi Terbatas Karena Armada Banyak Antre Perawatan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa penurunan performa perusahaan terutama disebabkan oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester pertama 2025. Hal ini lantaran banyak armada yang berstatus unserviceable atau tidak layak terbang karena harus mengantre proses perawatan berkala.

"Penurunan performa grup ini tidak lepas dari jumlah pesawat yang menunggu giliran masuk bengkel perawatan di semester I-2025," katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (24/3/2026).

Meski demikian, Glenny membeberkan bahwa perbaikan mulai terlihat pada penghujung tahun. Hingga Desember 2025, jumlah armada yang siap terbang meningkat signifikan menjadi 99 pesawat, dibandingkan dengan posisi Juni 2025 yang hanya 84 armada.

Saat ini, masih ada 43 pesawat yang tengah dikebut proses perawatannya untuk segera kembali beroperasi.

Dampak Biaya dan Nilai Tukar, Penumpang Turun 10,5%

Selain kendala teknis pesawat, fluktuasi nilai tukar rupiah dan membengkaknya biaya tetap turut memperlebar kerugian Garuda Indonesia. Gangguan rantai pasok industri penerbangan global juga berimbas pada naiknya biaya serta durasi pemeliharaan armada.

Dampaknya, jumlah penumpang Garuda Indonesia Group pada 2025 tercatat sebanyak 21,2 juta orang, mengalami penurunan sekitar 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dukungan Investasi dan Target Optimistis 2026

Di tengah tekanan keuangan tersebut, dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara melalui skema capital injection pada akhir 2025 mulai memperlihatkan dampak positif pada operasional semester kedua tahun tersebut.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |