Ferry Irwandi Usul Prioritaskan Subsidi BBM di Tengah Harga Minyak Dunia Bergejolak, Setop MBG?

1 day ago 2
Menu MBG pada salah satu sekolah di Batam yang sempat viral.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Harga minyak dunia disebut kembali melonjak hingga menembus kisaran 105 sampai 110 dolar AS per barel. Situasi ini dinilai bisa memicu tekanan besar bagi perekonomian Indonesia.

Pegiat studi ekonomi dan konten kreator, Ferry Irwandi menyoroti kondisi tersebut. Ia menyampaikan analisisnya melalui unggahan di platform Threads.

Ferry menilai lonjakan harga minyak bisa memicu tiga guncangan sekaligus bagi Indonesia. Mulai dari beban subsidi energi, tekanan neraca pembayaran, hingga gejolak nilai tukar rupiah.

“Gue coba jelasin simpel ya, harga minyak tembus 105–110 dollar per barel artinya kita kena tiga shock sekaligus,” tulis Ferry di akun Threads pribadinya, dikutip Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan APBN Indonesia biasanya menggunakan asumsi harga minyak sekitar 70 hingga 80 dolar AS per barel. Jika harga minyak menembus 110 dolar, maka selisihnya bisa mencapai 30 hingga 40 dolar per barel.

Selisih tersebut berdampak langsung pada beban subsidi energi. Terutama karena konsumsi minyak Indonesia cukup besar.

Ferry menyebut Indonesia mengonsumsi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari. Dengan selisih sekitar 35 dolar per barel, tambahan beban energi bisa mencapai 56 juta dolar per hari.

Jika dikonversi ke rupiah, nilainya mendekati Rp900 miliar per hari. Dalam setahun, tambahan beban energi itu bisa mendekati Rp330 triliun.

“Indonesia itu net importer minyak. Jadi ketika harga minyak naik ya harga tagihan impor naik,” jelasnya.

Ia menilai lonjakan harga minyak juga berpotensi menekan neraca transaksi berjalan. Tekanan tersebut muncul dari kenaikan tagihan impor energi.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |