
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Politikus senior Akbar Faizal mengkritik keras Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, terkait kasus pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Pertamax oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Akbar menegaskan bahwa Erick Thohir tidak bisa hanya memberikan respons minimal terhadap kasus ini, mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan bagi negara dan rakyat.
"Pak Erick Thohir, kasus oplosan minyak Pertamina oleh BUMN Patra Niaga ini tak boleh direspon secukupnya saja," ujar Akbar di X @akbarfaizal68 (26/2/2025).
Ia menekankan bahwa selain jumlah kerugian yang sangat besar, tindakan tersebut mencerminkan niat dan cara yang kejam dalam merugikan negara dan masyarakat.
"Selain soal jumlahnya yang naudzubillah, niat dan cara mereka merugikan negara dan rakyat sangat kejam," cetusnya.
Akbar juga menyoroti peran Erick Thohir dalam penunjukan para pejabat yang terlibat dalam skandal ini.
"Saya rasa anda juga harus bertanggungjawab sebagai menteri yang menunjuk mereka menjadi pengendali Patra Niaga," Akbar menuturkan.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam memahami kinerja para pejabat dan tidak akan tinggal diam melihat ketidakcakapan dalam menangani kasus-kasus korupsi semacam ini.
"Kalian pasti punya cara hadapi situasi ini. Tapi, Kami, para rakyat ini juga berhasil belajar dengan cepat cara memahami kalian bahwa kalian tak cakap," tandasnya.
Akbar Faizal mendesak agar Erick Thohir mengambil tindakan tegas dan transparan dalam menyelesaikan kasus ini, serta memastikan bahwa para pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: