Dandhy Laksono Paparkan Persoalan Danantara, Akar Masalah hingga Strukturnya

1 month ago 22

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Jurnalis Investigasi, Dandhy Laksono memaparkan persoalan Danantara. Ia mengatakan Indonesia bukan negara utama tujuan investasi.

“Masalah: Banyak investor tak tertarik masuk Indonesia (kecuali keruk nikel) dan lebih milih negara lain,” kata Dandhy dikutip dari unggahannya di X, Selasa (25/2/2025).

Sejak awal, Dandhy mengatakan hal tersebut karena kepercayaan publik. Misalnya gara-gara korupsi.

“Akar masalah: Korupsi, ekonomi biaya tinggi, proyek tanpa feasibility studies (IKN, Food Estate, dll),” ujarnya.

Berangkat dari masalah itu, pemerintah berencana membentuk Danantara. Sebagai badan pengelola investasi.

“Solusi: Bikin badan investasi sendiri (agar akar masalah tetap ada),” ucapnya.

Selain itu, Dandhy menyoal struktur Danantara. Ia mempersoalkan rekam jejaknya.

“Orang yang rekam jejaknya memboroskan anggaran negara untuk proyek-proyek pencitraan politik, akan menasihati lembaga investasi yang modalnya dari anggaran dan aset negara,” jelasnya.

Di sisi lain, dasar pikir pembentukan Danantara disebut karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijadikan sapi perah.

“Kontradiksi lain: Danantara dibentuk karena BUMN jadi sapi perah, banyak beban titipan, dan jadi penampungan operator politik,” terangnya.

“Orang-orang di struktur Danantara inilah pelakunya,” tambahnya.

Direksi Danantara terdiri atas Rosan Roeslani jadi Chief Executive Officer, Dony Oskaria sebagai Chief Operation Officer dan Pandu Sjahrir jadi Chief Investment Officer.

Dewan Pengawas diantaranya Erick Thohir sebagai Ketua, Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua dan Sri Mulyani sebagai anggota.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |