Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Indonesia, JK dan Para Ekonom Serukan Prioritas Anggaran Produktif

5 hours ago 2
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID - Konflik yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bersama sejumlah ekonom terkemuka, menggelar pertemuan penting membahas bagaimana Indonesia harus merespons situasi global yang dinamis tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, para ekonom dari berbagai institusi seperti Universitas Paramadina, Universitas Indonesia, Bright Institute, dan Centre for Strategic and International Studies, menyampaikan pandangan mereka terkait tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia. Mereka menyoroti bagaimana konflik ini bisa mempersempit ruang fiskal Indonesia melalui kenaikan harga energi dan perlambatan ekonomi.

Prioritas Anggaran dan Realokasi untuk Efisiensi

Vid Adrison, ekonom dari LPEM FEB UI, menegaskan bahwa ruang fiskal Indonesia saat ini semakin terbatas dan harus ada langkah strategis dari pemerintah untuk mengantisipasi dampak konflik tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah realokasi anggaran ke sektor yang lebih produktif.

"Salah satu yang mungkin bisa dilakukan adalah untuk mempertimbangkan kembali MBG (makan bergizi gratis)," katanya saat ditemui usai pertemuan.

Vid mengungkapkan bahwa anggaran untuk program MBG saat ini mencapai sekitar 8 persen dari APBN, namun berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), hanya 15 persen masyarakat yang benar-benar khawatir tidak memiliki cukup makanan. Dengan demikian, pemerintah dapat menghemat anggaran dengan memfokuskan program ini kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |