Ilustrasi Bendera China (dok IST)
FAJAR.CO.ID, BEIJING – Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memerintahkan blokade total terhadap jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
Beijing menyebut tindakan Washington yang mengancam akan mengusir hingga menenggelamkan kapal di wilayah tersebut sebagai langkah yang sangat berbahaya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa peningkatan pengerahan militer oleh AS hanya akan memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas.
"AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan, dan melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh serta kian membahayakan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Ini tindakan berbahaya dan tak bertanggung jawab," kata Guo dalam konferensi pers, Selasa (14/4/2026).
Guo menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan urat nadi internasional yang vital bagi pasokan energi dunia.
Menurutnya, stabilitas kawasan adalah kepentingan bersama komunitas global, dan gangguan di jalur tersebut berakar dari konflik militer yang berlarut-larut.
"Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin," tegas Guo sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenlu China.
Blokade sepihak oleh AS ini merupakan buntut dari kegagalan negosiasi nuklir dengan Iran di Pakistan.
Washington mendesak Teheran menghentikan total program nuklirnya, namun Iran bersikeras mempertahankan hak pengayaan uranium dan kendali penuh atas Selat Hormuz.

















































