Angka Fantastis, Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp7.506 Triliun: Siapa yang Paling Banyak Meminjam?

2 hours ago 6
Ilustrasi Utang luar negeri Indonesia

FAJAR.CO.ID - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan, per Februari 2026, total utang luar negeri RI menyentuh angka 437,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp7.506 triliun (asumsi kurs Rp17.140 per dolar AS).

Angka fantastis ini mengalami kenaikan sekitar 3 miliar dolar AS hanya dalam waktu satu bulan dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar 434,9 miliar dolar AS. Secara tahunan (year-on-year/yoy), utang RI tumbuh sebesar 2,5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa lonjakan ini utamanya dipicu oleh sektor publik, khususnya aktivitas di bank sentral.

"Kenaikan ULN dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Di sisi lain, ULN sektor swasta justru menunjukkan tren penurunan," jelas Ramdan dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Rincian Utang: Pemerintah Melambat, Swasta Menyusut

Berikut adalah rincian profil utang luar negeri Indonesia per Februari 2026:

  • Utang Pemerintah: Mencapai 215,9 miliar dolar AS. Meskipun secara angka besar, pertumbuhannya melambat menjadi 5,5 persen (yoy) dibanding bulan sebelumnya (5,6 persen). Hal ini dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang negara.
  • Utang Bank Indonesia: Mengalami peningkatan seiring kebijakan pro-market. Banyak investor asing memburu instrumen BI demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Utang Swasta: Kabar baik datang dari sektor privat yang mencatatkan penurunan sebesar 0,7 persen (yoy) menjadi 193,7 miliar dolar AS. Kontraksi ini terjadi baik di lembaga keuangan (turun 2,8 persen) maupun perusahaan non-keuangan (turun 0,2 persen).

Data Pendukung: Rasio PDB dan Struktur Jangka Panjang

Meski angka menembus Rp7.500 triliun seringkali memicu kekhawatiran publik, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia saat ini masih dalam kategori sehat dan terkendali.

Indikator Kesehatan Utang RI:

IndikatorPosisi Februari 2026Keterangan
Rasio ULN terhadap PDB29,8%Masih di bawah batas aman undang-undang.
Dominasi Jangka Panjang84,9%Mayoritas utang bukan utang jatuh tempo pendek.
Pertumbuhan Tahunan2,5% (yoy)Masih dalam koridor pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan ULN secara ketat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principle). Pengelolaan utang diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (rs/*)

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |