Abu Janda dan Jokowi. (INT)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Bukannya memberikan gagasan yang seimbang, kehadiran aktivis pro Israel, Abu Janda, dalam diskusi 'Rakyat Bersuara' justru menjadi bulan-bulanan publik.
Bagaimana tidak, pemilik nama asli Permadi Arya itu melontarkan kata-kata kasar saat berdebat dengan sejumlah narasumber, termasuk Prof Ikrar Nusa Bhakti dan pakar hukum tata negara Feri Amsari.
Di media sosial, komentar pedas hingga pembelaan terhadap para intelektual yang hadir dalam diskusi tersebut pun bermunculan.
Arief Rasyad Sindir Abu Janda
Influencer, Arief Rasyad, menjadi salah satu pihak yang ikut menyoroti insiden tersebut.
Ia bahkan mengulik kembali sosok Abu Janda setelah potongan video pengusiran itu viral di berbagai platform media sosial.
Dikatakan Arief, sikap Abu Janda dalam diskusi tersebut terlalu berlebihan saat membela posisi tertentu dalam konflik Timur Tengah.
“Anteknya zionis dan sohibnya Mul (Jokowi, red),” ujar Arief dikutip fajar.co.id, Rabu (11/3/2026).
Dalam cuitannya, ia turut membagikan foto bersama yang memperlihatkan kedekatan antara Abu Janda dengan Presiden ke-7, Jokowi.
Ia juga menganggap Abu Janda terlihat terlalu emosional dibandingkan peserta diskusi lainnya yang tetap tenang menyampaikan pandangan.
“Abu Janda terlalu semangat bela zionis dan yang baper itu yah diaa, yang laen santai-santai aja,” lanjutnya.
Zulfikar Akbar Soroti Peran Intelektual
Di sisi lain, penulis Zulfikar Akbar memberikan sudut pandang berbeda. Ia justru menyoroti kehadiran para akademisi dalam diskusi tersebut yang dinilai tetap menjaga standar intelektual.
Dijelaskan Zulfikar, terdapat beberapa narasumber yang tetap konsisten menyampaikan pandangan secara akademis dan bertanggung jawab kepada publik.

















































