Presiden ke-7 RI Jokoa Widodo (Jokowi) saat berbincang dengan anak-anak Papua
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai, terang-terangan menyebut Presiden ke-7, Jokowi, belum mampu menuntaskan persoalan kekerasan yang terus berulang di Papua.
Penilaian tersebut disampaikan Yorrys saat menerima audiensi perwakilan Amnesty International yang menyampaikan aduan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.
Tragedi Gearek 2025
Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah Tragedi Gearek 2025.
Serangan yang melibatkan sejumlah helikopter militer yang dikabarkan menjatuhkan mortir di sebuah kampung di wilayah Papua.
Dalam pertemuan itu, Yorrys menegaskan bahwa persoalan Papua merupakan masalah kompleks yang telah berlangsung lama dan melintasi banyak rezim pemerintahan.
“Persoalan Papua ini agak rumit. Ini sudah delapan presiden, sudah 70 tahun Papua integrasi dengan Republik Indonesia,” ujar Yorrys dikutip fajar.co.id, Rabu (11/2/2026).
Hampir Semua Kekerasan di Papua Berkaitan dengan Aparat
Ia menyebut, hampir seluruh kasus kekerasan yang terjadi di Papua selalu berkaitan dengan kekerasan aparat.
Hanya saja, hingga kini belum ada solusi yang benar-benar mampu menyelesaikan akar persoalan tersebut.
Yorrys kemudian menyinggung ironi yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.
17 Kunjungan Jokowi di Papua Tidak Ada Hasil
Kata dia, Jokowi merupakan presiden yang paling sering berkunjung ke Papua, bahkan hingga dianggap sebagai sosok penyelamat oleh sebagian masyarakat setempat.
“Beliau (Jokowi) adalah presiden satu-satunya yang sudah datang 17 kali ke Papua,” ujar Yorrys.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































