Said Didu Bongkar Keterlibatan Bos Minyak dalam Kasus Korupsi Sejak Belasan Tahun Silam Tapi Selalu Lolos

1 month ago 18
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus dugaan korupsi di Pertamina ramai dikecam publik. Bagaimana tidak, Kejaksaan Agung mengungkap kerugian negara Rp193,7 Triliun per tahun. 

Itu terjadi selama lima tahun dari 2018 hingga 2023. Sehingga total kerugian negara ditaksir Rp968,5 Triliun. 

Tujuh tersangka dalam kasus ini diantaranya Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (RS), Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Sani Dinar Saifuddin (SDS), Direktur PT Pertamina Internasional Shipping Yoki Firnandi (YK), dan Vice President Feedstock Management PT KPI Agus Purwono (AP).

Lalu owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati (DW), dan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak Gading Ramadan Joede (GRJ).

Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010) Muhammad Said Didu mempertanyakan langkah Presiden Prabowo Subianto. 

“Presiden Prabowo sedang menggulung karpet merah mafia migas atau ganti mafia?,” kata Said Didu dalam akun X pribadinya, Rabu, (26/2/2025). 

Menurutnya, penangkapan Muhammad Kerry Andriantono Riza (MKAR), putra pengusaha minyak dan gas Mohammad Riza Chalid (MRC) oleh Kejaksaan Agung terkait dengan supply bahan baku dan BBM ke Pertamina menjadi tanda yang baik dalam memberantas mafia migas di Indonesia.

MKAR diduga memperoleh keuntungan dari mark up kontrak shipping (pengiriman) yang dilakukan oleh tersangka Yoki Firnandi selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |