ASN-PNS (foto: Ilustrasi)
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan peringatan bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)
Peringatan ini berkaitan dengan besar dan bahayanya risiko jika ada kekurangan dan data yang tidak lengkap untuk para PNS dan PPPK.
Dalam Manajemen Talenta ASN, jika kedapatan data yang miliki tidak lengkap ada potensi besarnya tidak bakal terbaca.
Potensi yang Muncul jika tidak Terbaca untuk PNS dan PPPK.
- Tidak terpetakan dalam pemetaan talenta
- Terlewat dalam proses pengembangan karier
- Tidak masuk kandidat pengisian jabatan
Dan hal ini bukan sanksi administratif, namun konsekuensi sistemik.
Ini sebagai langkah dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberi penegasan bahwa pemutakhiran data ASN jadi kunci utama untuk Manajemen Talenta.
Dari sistem ini, data kinerja, kompetensi dan SKP menjadi dasar pemetaan talenta sosial.
ASN adalah Aset Negara
Sementara itu menurut, Wakil Kepala BKN, Suherman menyebut ASN adalah sebuah aset untuk negara.
“ASN adalah aset bangsa yang strategis,” katanya.
Pengelolaan dan pengembangan ASN harus berbasis data yang akurat dan terbaru.
Hal ini juga sudah mencakup para PNS seperti hard skill dan soft skill.
Manajemen Talente dirancang untuk:
- Pengisian jabatan lebih cepat
- Penempatan lebih tepat
- Efisien dari sisi waktu dan biaya
Faktor Penentu
Di sisi lain, Asesor Ahli Utama BKN, Aris Windyanto memberi penegasan soal data yang jadi penentu ini.
“Manajemen talenta bukan rutinitas administrasi melainkan kebutuhan strategis,” ujarnya.
(Erfyansyah/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































