Norida Akmal Ayob
FAJAR.CO.ID — Pemerintah Malaysia memfasilitasi pemulangan Norida Akmal Ayob, seorang warga negara Malaysia yang mengalami tekanan ekonomi berat selama hampir 20 tahun di Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah rumah tangganya dengan warga negara Indonesia kandas.
Norida harus membesarkan kedua anaknya seorang diri dengan upah rendah sebagai petugas kebersihan jalan, menghadapi keterbatasan finansial dan minimnya dukungan sosial.
Perjalanan Hidup Penuh Tantangan Norida di Indonesia
Norida mengikuti suaminya ke Indonesia setelah menikah, namun pernikahan itu berakhir dengan perceraian. Sejak itu, ia berjuang seorang diri di negeri orang, tanpa keluarga yang mendampingi. Tekanan ekonomi membuat kedua anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan, memperparah kondisi keluarga tersebut.
Kondisi Norida akhirnya diketahui keluarga di Malaysia, yang melaporkannya kepada pemerintah setempat. Kementerian Luar Negeri Malaysia dan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta segera mengambil langkah pemulangan dengan koordinasi bersama otoritas Indonesia, termasuk instansi keimigrasian kedua negara. Proses repatriasi ini melewati berbagai tahapan administratif seperti verifikasi kewarganegaraan dan pengurusan dokumen perjalanan agar pemulangan berjalan resmi dan aman.
Herwin Sudikta Soroti Masalah Struktural di Balik Kasus Ini
Pegiat media sosial Herwin Sudikta menilai bahwa kasus Norida bukan sekadar persoalan pribadi atau kesalahan dalam memilih pasangan. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan "tamparan sistemik" yang mencerminkan kerentanan struktur ekonomi Indonesia.
"Sebagian orang sibuk bilang, salah sendiri. Padahal ini bukan sekadar drama rumah tangga. Ini tamparan sistemik," katanya saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































