Pemerintah Gelontorkan Rp17,5 Triliun untuk Bansos Ramadan 2026, Kemensos Sasar Kelompok Paling Rentan

4 days ago 19
Jumpa pers 7 menteri di Stasiun Gambir.

Fajar.co.id, Jakarta -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan prioritas bantuan sosial (bansos) pemerintah akan diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Bantuan stimulus ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).

Menurut Gus Ipul, skala prioritas sudah ditetapkan. "Sesuai hasil rapat dengan Pak Menko, fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2," ujarnya.

Namun begitu, ia memberi catatan. "Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," lanjutnya.

Dua Jenis Bantuan dan Anggaran Triliunan

Secara garis besar, ada dua skema bansos yang akan digulirkan Kemensos. Pertama, bantuan reguler yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Nilainya tak main-main, mencapai Rp 17,5 triliun untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat.

Di sisi lain, ada juga bantuan sosial adaptif. Jenis ini terbagi lagi menjadi bantuan untuk korban bencana—meliputi isian rumah, pemberdayaan, dan jaminan hidup—serta Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi keluarga yang memerlukan perhatian khusus.

Kunci Keakuratan: Data yang Terus Diperbarui

Semua penyaluran ini mengacu pada DTSEN yang diolah Badan Pusat Statistik. Gus Ipul mengakui bahwa data yang ada belum sempurna. Karena itulah, pemutakhiran data menjadi hal krusial.

"Kami semuanya terbuka dan kami sudah siapkan prosedur. Tetapi saya harus sampaikan memang data kami belum sempurna. Maka itulah lewat saluran-saluran yang ada kita ingin menyempurnakan data," imbuhnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |