Merajut Harmoni Islam Melalui Perspektif Budaya

1 month ago 21
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Ngaji Budaya, di Auditorium HM. Rasjidi, kantor Kemenag, jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2024).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dengan semangat Deklarasi Istiqlal yang nilai-nilainya membawa pesan perdamaian dan keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Ngaji Budaya, di Auditorium HM. Rasjidi, kantor Kemenag, jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2024).

Acara Ngaji Budaya yang bertajuk “Deklarasi Istiqlal dalam Perspektif Budaya” tersebut sekaligus sebagai acara dari rangkaian kegiatan Kemenag dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rohkmad menyampaikan, seni dan budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan beragama di Indonesia. Pendekatan budaya sangat efektif untuk membentuk dan membangun masyarakat, menciptakan harmoni antara nilai-nilai agama dan tradisi lokal.

“Agama itu welcome terhadap budaya. Karena budaya itu salah satu instrumen paling efektif yang digunakan untuk mengubah masyarakat. Masyarakat akan menikmati sentuhan kebudayaan,” tutur Abu Rokhmad.

Untuk itu, dalam acara Ngaji Budaya tersebut, ia mengajak mahasiswa, santri, penyuluh agama, dan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk menyampaikan pesan-pesan dari prinsip-prinsip Deklarasi Istiqlal, yang ditanda-tangani bersama oleh Menteri Agama saat ini, KH. Nasaruddin Umar dan dan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus, pada 5 September 2024 silam, kepada masyarakat. Dan, menerapkan nilai-nilainya melalui pendekatan budaya sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |