Ilustrasi pegawai kementerian (AI)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Besaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat pada 2026 sangat dipengaruhi oleh tunjangan kinerja (tukin). Di sejumlah kementerian dan lembaga dengan tukin tinggi, total penghasilan PNS bahkan bisa menembus dua digit juta rupiah per bulan, jauh di atas rata-rata PNS daerah.
Secara aturan nasional, gaji pokok PNS tetap sama berdasarkan golongan dan masa kerja. Namun, komponen tukin menjadi pembeda paling signifikan antarinstansi.
Gaji Pokok Tetap, Tukin yang Melonjak
Sebagai gambaran, PNS golongan IIIA dengan masa kerja 5–8 tahun memiliki gaji pokok sekitar Rp2,9 juta per bulan. Ditambah tunjangan keluarga, pangan, dan jabatan, total penghasilan sebelum tukin berada di kisaran Rp3,5–Rp3,7 juta.
Di instansi dengan tukin kategori sedang, tambahan penghasilan bisa sekitar Rp4 juta. Namun di instansi dengan tukin tinggi, angka ini bisa jauh lebih besar.
Simulasi di Instansi Tukin Tinggi
Untuk PNS golongan IIIA dengan kelas jabatan tertentu di kementerian/lembaga bertukin tinggi, gambaran penghasilannya bisa sebagai berikut:
- Gaji pokok: ± Rp2.900.000
- Tunjangan melekat & jabatan: ± Rp700.000
- Tunjangan kinerja: Rp8 juta–Rp12 juta (tergantung kelas jabatan)
Total kotor: bisa mencapai Rp11 juta hingga Rp15 juta per bulan.
Setelah potongan Taspen, BPJS Kesehatan, dan pajak penghasilan, take home pay masih bisa berada di kisaran Rp10 juta–Rp14 juta per bulan.
Angka ini hampir dua kali lipat dibanding PNS pusat dengan tukin sedang, dan bisa lebih dari dua kali penghasilan PNS daerah dengan TPP terbatas.
Mengapa Bisa Tinggi?
Besaran tukin ditentukan oleh:
- Kelas jabatan
- Evaluasi reformasi birokrasi
- Beban kerja dan kompleksitas tugas
- Kebijakan presiden melalui peraturan terkait
Instansi yang dinilai strategis dan memiliki indeks reformasi birokrasi tinggi cenderung mendapatkan pagu tukin lebih besar.
Dampaknya pada Minat Formasi
Perbedaan signifikan ini membuat formasi di instansi bertukin tinggi selalu menjadi yang paling diminati dalam seleksi CPNS. Banyak pelamar secara khusus menargetkan kementerian dan lembaga dengan reputasi penghasilan tinggi.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































