
FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Tarian dengan gaya berbaris dan melompat belakang ini menjadi trend di Indonesia setelah lebaran, dan digunakan sebagai tarian untuk mendapatkan THR.
Tidak hanya viral, tarian ini juga memunculkan kontroversi dan perbincangan secara luas, setelah muncul video sekelompok pria berpakaian khas Yahudi menggunakan musik yang tarian yang sama.
Banyak netizen mengira tarian ini berasal dari budaya Yahudi atau bahkan bagian dari ritual keagamaan. Bahkan tidak sedikit yang shock dan mencela tarian tersebut.
Faktanya, 'Letkis atau Letkajenkka' merupakan tarian rakyat modern asal Finlandia yang populer di awal tahun 1960-an. Musik pengiringnya diciptakan oleh Rauno Lehtinen, seorang komposer asal Finlandia.
Dihimpun dari berbagai sumber, Letkis merupakan adaptasi dari tarian tradisional Finlandia bernama jenkka, yang ditampilkan dengan irama cepat dan gerakan ringan berurutan.
Tarian ini biasanya dilakukan secara berbaris, saling memegang pundak atau pinggang orang di depan, lalu melompat mengikuti irama. Karena bersifat universal dan netral, Letkis cepat menyebar ke berbagai negara dan dipakai dalam berbagai acara non-agama.
Popularitas Letkajenkka yang kembali muncul di media sosial dapat dikaitkan dengan beberapa faktor:
- Gerakan sederhana dan formasi barisan dalam Letkajenkka mirip dengan beberapa tren tarian modern yang sedang viral, seperti "joget minta THR".
- Langkah-langkah yang mudah dipelajari dan sifatnya yang menyenangkan membuat Letkajenkka menarik bagi berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
- Kembalinya minat pada musik dan tarian dari era sebelumnya telah mendorong orang untuk mengeksplorasi dan menghidupkan kembali tarian seperti Letkajenkka.
Pola langkah dasar tarian ini adalah sebagai berikut:
-Tendang ke kiri dengan kaki kiri dan kembali ke posisi semula.
-Ulangi tendangan ke kiri.
-Tendang ke kanan dengan kaki kanan dan kembali ke posisi semula.
-Ulangi tendangan ke kanan.
Lompat maju dengan kedua kaki bersama.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: