Buah Busuk dan Makanan Basi hingga Sering Telat, MBG di Tana Toraja Disebut Amburadul dan Rugikan Siswa

3 hours ago 2
Potongan video seorang siswa memperlihatkan buah salak busuk dari MBG.

Fajar.co.id, Toraja -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara menuai protes warga.

Pelaksanaannya dinilai amburadul, dengan keluhan utama soal makanan yang kerap basi dan pengantaran yang terlambat ke sekolah-sekolah.

Jadwal pengiriman yang molor seringkali tak sesuai dengan waktu istirahat siswa. Ada kalanya, makanan baru tiba saat jam pelajaran hampir berakhir, atau bahkan saat anak-anak sudah masuk kelas lagi. Hal ini tentu membuat program yang seharusnya bermanfaat jadi sia-sia.

Buah Salak Busuk yang Bikin Heboh

Keluhan ini kian santer setelah sebuah video viral di media sosial Rabu lalu. Video itu memperlihatkan buah salak busuk yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPGG) Pantan Makale ke sejumlah sekolah.

Meski pihak sekolah berusaha menghapus video tersebut, tapi sudah terlambat. Kabar itu menyebar cepat.

Menanggapi hal itu, seorang petugas SPGG Pantan Makale yang enggan disebut namanya membenarkan kejadiannya. Ia mengklaim pihaknya sudah mengambil langkah cepat. "Kami sudah ganti buahnya saat itu juga. Soal itu sudah selesai," jelasnya.

Kekecewaan Orang Tua dan Permintaan Transparansi

Namun begitu, bagi para orang tua, masalahnya tidak selesai begitu saja. Ani, wali murid di Kota Makale yang anaknya menerima buah busuk itu, mengungkapkan kekecewaannya.

“Tentu saya kecewa. Untung saja keponakan saya tidak makan makanan yang busuk itu dan melapor ke saya waktu itu,” ujarnya kepada Harian Fajar, Jumat siang (13/2/2026).

Ia mendorong agar pengawasan program ini diperketat. “Semua harus terbuka. jangan ada ditutup-tutupi. Jangan sampai pihak sekolah dibungkam secara halus oleh pihak SPPG,” tuturnya lagi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |