
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan siap membantu Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus dugaan korupsi di Pertamina.
Dia mengaku memiliki rekaman suara rapat semua yang diikuti selama menjabat sebagai Komisaris Utama.
“Saya siap, saya senang membantu, dan saya senang kalau di sidang, semua rekaman rapat saya itu diputar supaya seluruh rakyat Indonesia mendengarkan apa yang terjadi di Pertamina, apa yang saya marah-marah di dalam,” kata Ahok dikutip Channel YouTube Liputan 6, Sabtu, (1/3/2025).
“Kalau semua periksa minyak, penerimaan buku tulis, pembelian beras mesti saya, kalau begitu kenapa mesti ada ratusan ribu pegawai, suruh keluar aja semua,” tambahnya.
Diketahui, Ahok menjabat sebagai Komut Pertamina dari 25 November 2019 hingga 2 Februari 2024, menggantikan Tanri Abeng kala itu.
Sementara itu, dalam dugaan korupsi ini, Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara Rp193,7 Triliun. Itu berlangsung selama periode 2018-2023 atau lima tahun dengan kerugian negara ditaksir Rp968,5 Triliun atau Rp1.000 Triliun atau 1 kuadraliun.
Di tengah kasus ini, ramai desakan untuk memanggil mantan Ahok.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan, bahwa memang sepertinya semua rapat di BUMN direkam.
Dia seolah meragukan rekaman yang dimaksud Ahok tak akan memberikan bukti yang berarti.
“Semua rapat di BUMN kalau gak salah memang direkam, apanya yang mau dibongkar dengan rekaman itu,” kata Andi Arief dalam akun X, pribadinya. (*)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: