
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengacara Ternama Indonesia, Muannas Alaidid mengkritik mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengaku siap buka-bukaan soal Pertamina terkait kasus korupsi.
Diketahui, Ahok menjabat sebagai Komut Pertamina dari 25 November 2019 hingga 2 Februari 2024, menggantikan Tanri Abeng kala itu.
Sementara itu, dalam dugaan korupsi ini, Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara Rp193,7 Triliun. Itu berlangsung selama periode 2018-2023 atau lima tahun dengan kerugian negara ditaksir Rp968,5 Triliun atau Rp1.000 Triliun atau 1 kuadraliun.
“Faktanya si Ahok jadi komut kan digaji gede, kok bisa ada korupsi sebesar itu lolos. Nilai aja kuadriliun, apalagi perbuatan para pelaku terbilang keji 'mengoplos' demi keuntungan pribadi,” kata Muannas Alaidid dikutip akun X pribadinya, Sabtu, (1/3/2025).
Dia mempertanyakan Ahok yang menjabat Komut Pertamina selama kurang lebih empat tahun namun baru berkoar setelah kasus dugaan korupsi Pertamina diungkap Kejaksaan Agung.
“Kok bukan ahok yang bongkar, wajar publik tanya empat tahun loh dia disana, ngapain aja,” tambahnya.
Sebelumnya, Ahok menyatakan siap membantu Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus dugaan korupsi di Pertamina.
Dia mengaku memiliki rekaman suara rapat semua yang diikuti selama menjabat sebagai Komisaris Utama.
“Saya siap, saya senang membantu, dan saya senang kalau di sidang, semua rekaman rapat saya itu diputar supaya seluruh rakyat Indonesia mendengarkan apa yang terjadi di Pertamina, apa yang saya marah-marah di dalam,” kata Ahok dikutip Channel YouTube Liputan 6, Sabtu, (1/3/2025). (*)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: