Tony Rasyid Bedah Peluang Cawapres Prabowo 2029, Zulhas Sulit Dijual, PAN Diingatkan Tidak Manuver Dini

2 hours ago 2
Ilustrasi politisi sepakat kerja sama dalam Pemliu. (AI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Tony Rasyid mengulik wacana sosok calon wakil presiden (cawapres) yang berpotensi mendampingi Prabowo Subianto jika kembali maju pada Pilpres 2029.

Dikatakan Tony, manuver Partai Amanat Nasional (PAN) dalam setiap momentum pilpres bukan hal baru.

Ia menuturkan bahwa Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), dikenal piawai membaca momentum politik.

“Soal manuver, Zulhas jagonya. Urusan pilpres, Zulhas selalu terdepan. Nama Zulhas atau kader PAN paling awal ditawarkan,” ujar Tony kepada fajar.co.id, Minggu (15/2/2026).

Namun, Tony mencatat, tawaran nama dari PAN selama ini belum membuahkan hasil.

“Selama ini, tawaran nama dari Zulhas hampir semua tak laku. Alias nihil. Kenapa? Mari kita bedah," ucapnya.

Lanjut Tony, faktor basis pemilih menjadi pertimbangan utama dalam kalkulasi politik nasional.

“PAN itu identik dengan Muhammadiyah. Menggandeng kader Muhammadiyah mendorong lawan untuk ambil tokoh NU," Tony menuturkan.

“Jumlah pemilih NU jauh lebih besar dan preferensi psikologisnya lebih kuat," tambahnya.

Kata dia, siapapun di Capresnya akan berhitung ribuan kali untuk menggandeng kader PAN. Tony menilai, dalam politik elektoral, suara mayoritas menjadi faktor penentu.

“Suka tidak suka, inilah fakta politiknya. Butuh waktu untuk mengubah cara berpikir pemilih," imbuhnya.

Karena politik, kata Tony, urusannya adalah kemenangan dan bagaimana cara menang. Dan, suara mayoritas akan jadi prioritas.

Ia juga mengingatkan bahwa PAN bukan partai dengan basis kursi besar di parlemen.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |