Ramadhan, Momentum Emas untuk Berhenti Merokok

6 days ago 5
dr Imam Nurjaya

Oleh: Imam Nurjaya
(Spesialis Paru RSUP Wahidin Sudirohusodo, Humas PDPI Cabang Sulselbarra)

Setiap detik kita bernapas. Tanpa sadar. Tanpa jeda. Tanpa diminta bayaran. Dalam satu hari, manusia dewasa rata-rata bernapas sekitar 25.000 kali. Paru kita memiliki jutaan alveolus (kantung udara kecil) dengan luas permukaan total hampir sebesar satu lapangan tenis. Di sanalah oksigen ditukar dengan karbon dioksida dalam proses yang sangat presisi dan menakjubkan. Jantung berdetak, darah mengalir, dan setiap sel tubuh hidup karena suplai oksigen tersebut.

Semua berlangsung otomatis, termasuk “cleaning service” berupa system mukosiliar yang menyapu kuman 100-150 kali/menit. Inilah salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa kemampuan bernapas secara terus-menerus, siang dan malam, dalam keadaan sadar maupun tertidur.
Namun nikmat besar ini sering kali kita dustai, dengan perilaku candu Bernama rokok.

Fakta Statistik Perokok Saat Ini
Organisasi kesehatan dunia, WHO, melaporkan jutaan kematian setiap tahun berkaitan dengan rokok, baik perokok aktif maupun pasif.
Indonesia termasuk negara dengan jumlah perokok tertinggi di dunia. Indonesia memiliki beban rokok yang sangat besar: 34,5% orang dewasa atau sekitar 70 juta orang masih menggunakan tembakau.

Penggunaan rokok elektronik juga meningkat tajam dalam satu dekade terakhir, dari 0,3% pada 2011 menjadi 3% pada 2021. Pada kelompok usia pemula 10–18 tahun, prevalensinya masih 7,4%, data ini menunjukkan bahwa jutaan paru muda terus terpapar zat beracun setiap hari. Generasi emas 2045 tidak akan tercipta jika hal penting ini tidak dapat diselesaikan.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |