Pengakuan Ketua BEM UGM, Dapat Intimidasi hingga Dikuntit oleh Pihak yang Tidak Dikenal

3 hours ago 2
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto.

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Kejadian kurang mengenakan dialami oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto.

Tiyo Ardianto mengaku mendapat teror setelah menyuarakan kasus anak bnh d*ri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Teror yang dialaminya ini disebutnya sudah berlangsung dalam beberapa hari. Mulai dari 9-11 Februari lalu.

Teror-teror yang didapatkan oleh Tiyo itu berupa bentuk intimidasi, mulai dari ancaman melalui pesan singkat hingga dugaan penguntitan oleh orang tak dikenal.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ujar Tiyo dikutip Jumat (13/2).

Alami Penguntitan

Dalam teror yang didapatkannya, Tiyo menyebut dirinya mengaku sempat mengalami penguntitan pada Rabu (11/2/2026) saat berada di sebuah kedai.

Menurutnya, dua pria tak dikenal dengan postur tubuh tegap terlihat memotret dirinya dari jarak jauh.

“Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda,” tuturnya.

Setelah dikuntit beberapa lama oleh pihak yang tidak dikenal, ia mengaku coba mengejar orang-orang tersebut.

Hanya saja, dalam upaya pengejaran yang dilakukannya ini gagal usai dua orang yang mengikutinya itu disebut menghilang.

“Dua pria yang tidak dikenal itu ketika kami kejar menghilang,” ujarnya.

Penyebab Teror yang Dialami

Ketua BEM UGM itu mengungkap apa yang sebenarnya jadi alasan dirinya mendapatkan berbagai bentuk intimidasi ini.

Menurutnya, hal ini bisa disebabkan oleh sikap kritis yang ia sampaikan di berbagai media terkait kasus bnh d*ri seorang anak berusia 10 tahun di NTT.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |