Iran Tegaskan Serangan Kapal Perangnya oleh AS di Samudra Hindia, Tuduh Amerika Bahayakan Keamanan Pelayaran

9 hours ago 5
Ilustrasi Selat Hormus

FAJAR.CO.ID - Iran menegaskan bahwa klaim Amerika Serikat soal penutupan Selat Hormuz oleh Teheran tidak berdasar dan tidak masuk akal, sekaligus menuduh AS sebagai pihak yang membahayakan keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

Misi tetap Iran untuk PBB menyatakan bahwa fregat Dena, yang sedang berkunjung ke India dengan 130 pelaut di dalamnya, dihantam dan ditenggelamkan oleh kapal selam AS di perairan internasional tanpa peringatan, hampir 2.000 mil dari pantai Iran. Insiden tragis ini menewaskan lebih dari 100 pelaut.

"Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi," jelas misi Iran dalam pernyataannya yang diunggah di platform media sosial AS, X.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada Rabu di lepas pantai Sri Lanka. Kapal perang itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di lepas pantai India bulan lalu.

Lebih lanjut, sebanyak 32 pelaut dilaporkan terluka dan banyak yang hilang akibat serangan ini. Peristiwa ini terjadi di tengah serangan militer Israel dan AS terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu, yang telah menewaskan sedikitnya 926 korban, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat militer tinggi Iran.

Iran membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS.

"Iran tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kebebasan navigasi," kata pernyataan resmi misi Iran. Sementara itu, ketegangan di kawasan semakin meningkat dengan aksi balasan yang terus berlanjut dari kedua belah pihak.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |