Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming (foto: Antara)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan akhlak dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Oleh karena itu ia mendorong santri tidak hanya menguasai ilmu agama seperti mengaji, tapi juga harus melek teknologi Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
“Jadi kalau santri ini, kan, ngajinya pasti baik, akhlaknya baik, tapi harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Jadi harus melek AI, nanti kita kirim guru juga untuk pelajaran coding,” kata Gibran saat menyapa para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dikutip dari situs resmi Wapres RI, Rabu (11/2/2026).
Gibran menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi pelengkap penting agar para santri mampu berkontribusi aktif di tengah transformasi digital.
Sejalan dengan itu, di tengah derasnya arus informasi digital, Wapres Gibran juga mengingatkan para santri untuk bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya dalam mengakses informasi melalui gawai.
“Ini yang bawa HP, bawa smartphone harus bisa memilih dan memilah berita-berita yang baik. Jangan sampai terpapar oleh hoax,” tegasnya.
Selain penguatan kapasitas santri, Gibran juga menggarusbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk yang menyentuh sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































