Prof Ferry Latuhihin
FAJAR.CO.ID - Ekonom senior Prof Ferry Latuhihin memperingatkan potensi terulangnya krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1998 di Indonesia jika pemerintah tetap membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan utang. Ia menegaskan pemerintah harus segera memilih antara menghentikan program tersebut atau terus membiayainya dengan risiko membebani utang negara.
"Mau tidak mau, pemerintah harus memilih. Mendanai terus MBG dengan utang, atau menyetop MBG sama sekali," katanya dalam video yang diunggah di YouTube Hendri Satrio Official, Rabu (11/3/2026).
Risiko Utang dan Ancaman Downgrade Rating
Ferry menjelaskan bahwa mendanai MBG dengan utang hampir tidak mungkin dilakukan tanpa konsekuensi serius. Ia menilai jika pemerintah terus menambah utang untuk membiayai program tersebut, rating kredit Indonesia berpotensi mengalami penurunan.
"Mendanai MBG dengan utang, hampir tidak mungkin Bos, karena rating kita pasti bakal didowngrade, karena rating kita itu tergantung dari berapa besar utang kita," terangnya.
Kritik terhadap Pernyataan Purbaya dan Implikasi Ekonomi
Lebih lanjut, Ferry mengomentari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa pengambilan utang diperlukan untuk menyelamatkan perekonomian agar tidak jatuh ke krisis seperti 1998. Ferry menilai pernyataan tersebut justru menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak dalam keadaan sehat.
"Apa yang Purbaya katakan kalau kita tidak ngutang, kita bisa kembali krisis tahun 1998, itu udah menunjukkan bahwa ekonomi kita tidak baik-baik saja. Satu, ya kan," katanya.
"Kedua, justru dalam keadaan begini yang diinginkan oleh rating agency, bukan nambah utang, tapi cut spending yang tidak perlu seperti MBG," tambahnya.
















































