Ilustrasi pegawai BPJS Kesehatan melakukan pelayanan kepada masyarakat. (Fajar/Radar Gresik)
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memberikan respons keras soal pernyataan dari anggota DPR.
Respon keras dari Ali Ghufron ini berkaitan dengan penilaian anggota DPR yang menilai BPJS Kesehatan tidak proaktif mengantisipasi terjadinya masalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) nonaktif
Mengingat persoalan ini jadi pembahasan hangat dan sorotan tajam di masyarakat pada awal Bulan Februari 2026 ini.
Ali Gufron sampai memberi pernyataan keras soal pengerjaan data yang diminta anggota DPR itu.
“Kalau Bapak bisa kerja seperti itu, saya gaji. Bapak minta berapa?” ujar Ali Ghufron kepada Anggota DPR Zainul Munasichin.
Dalam rapat di Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026) kemarin itu berjalan sangat panas.
Apalagi yang menjadi pembahasan data PBI nonaktif yang merepotkan masyarakat, termasuk masyarakat miskin dengan penyakit berat yang hendak berobat ke rumah sakit secara gratis, mulai 1 Februari lalu.
Berdasarkan data 11 juta PBI yang dinonaktifkan, ada 120.000 PBI nonaktif berpenyakit katastropik (penyakit berat yang butuh penanganan medis khusus).
Mensos menyebut jumlahnya 106.000 PBI setelah data diverifikasi. BPJS Kesehatan menyebut jumlah akhir PBI nonaktif itu menjadi 102.921 peserta.
Awal mulanya panasnya rapat ini berlangsung saat anggota DPR dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, mempertanyakan kinerja BPJS Kesehatan yang tidak segera memilah data jumlah peserta nonaktif
“Ke depan kita minta BPJS tidak hanya pasif apa adanya menerima data penonaktifan dari Kemensos,” kata Zainul di rapat tersebut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































