Sering Diabaikan, 5 Perilaku ‘Toxic’ Ini Ternyata Pelecehan Seksual: Kenali Dampaknya Sebelum Terlambat

3 hours ago 3
Ilustrasi Pelecehan

FAJAR.CO.ID – Dunia akademik kembali diguncang isu miring. Dugaan pelecehan seksual di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang mencuat melalui ruang digital atau group chat memicu keprihatinan publik. Kasus ini menjadi paradoks tajam; institusi yang menjadi rahim para penegak hukum justru terpapar praktik yang mencederai hak asasi dan konsensus.

Kasus di FHUI ini seolah menjadi pengingat bahwa pelecehan seksual tidak selalu melibatkan kontak fisik ekstrem. Banyak tindakan non-fisik yang sering kali disepelekan dengan dalih "hanya bercanda", namun nyatanya memiliki efek domino yang menghancurkan kesehatan mental korban.

Berikut adalah lima bentuk pelecehan seksual yang kerap dianggap "biasa" namun berakibat fatal secara psikologis:

1. Pelecehan Verbal: Luka yang Tak Terlihat dari Ucapan

Banyak pelaku merasa aman hanya karena tidak melakukan sentuhan fisik. Padahal, lisan bisa menjadi senjata yang mematikan. Komentar bernada seksis mengenai bentuk tubuh, siulan di jalanan (catcalling), hingga panggilan "sayang" atau "baby" kepada orang asing merupakan pelanggaran batas kenyamanan. Termasuk di dalamnya adalah lelucon cabul atau pertanyaan invasif mengenai kehidupan seksual seseorang yang dilakukan tanpa persetujuan.

2. Gestur Non-Verbal: Tatapan yang Mengintimidasi

Pelecehan bisa terjadi tanpa satu kata pun terucap. Tatapan yang mengarah secara intens ke bagian tubuh sensitif atau gerakan tubuh sugestif merupakan bentuk intimidasi seksual. Di era ponsel pintar, tindakan mengambil foto/video secara diam-diam (creeping) atau mengirimkan konten pornografi kepada orang lain adalah pelanggaran serius yang sering kali membuat korban merasa terancam dan tidak aman di ruang publik.

Read Entire Article
Situasi Pemerintah | | | |